MANGUNI DALAM KEBUDAYAAN MINAHASA: dari Mitos ke Industri Kreatif

Penulis: Dr. Mayske Rinny Liando, M.Pd, Prof. Dr. Djeffry Lengkong, M.Pd

Editor: Gerry kadamehang

Burung Manguni

Buku ini lahir dari kepriha:nan sekaligus ketertarikan mendalam terhadap dinamika kebudayaan lokal di tanah Minahasa di tengah arus modernisasi dan globalisasi. Kebudayaan bukanlah sesuatu yang diam, melainkan terus bergerak dan bernegosiasi dengan perubahan zaman. Di tengah pergeseran sosial-ekologi serta meluasnya pengaruh budaya populer kontemporer, keberadaan mitos burung Manguni (Otus manadensis) menghadapi tantangan ganda: di satu sisi keberadaan fisiknya semakin terdesak akibat kerusakan habitat, namun di sisi lain, simbolismenya justru kian marak mengemuka dalam ruang publik.

Sebagai tootosik (burung penanda) dalam ingatan budaya dan tradisi lisan Minahasa, Manguni :dak sekadar dipandang sebagai satwa malam. Ia menempa: ruang spiritual, sistem kogni:f, dan pandangan dunia (worldview) etnis Minahasa yang menghubungkan manusia, alam ciptaan, dan Sang Pencipta (Opo’ Wananatas). Mitos Manguni menyimpan nilai-nilai luhur seper: kebijaksanaan, keberanian, kerja keras, religiusitas, dan wawasan ekologis.