Buku ini lahir dari keprihatinan sekaligus ketertarikan mendalam terhadap dinamika kebudayaan di tanah Minahasa di tengah arus modernisasi dan globalisasi. Kebudayaan bukanlah sesuatu yang diam, melainkan harus terus bergerak dan bernegosiasi dengan perubahan zaman. Di tengah pergeseran sosial ekologi serta meluasnya pengaruh budaya populer lpmtemporer, keberadaan mitos burung Manguni menghadapi tantangan ganda, di satu sisi keberadaan fisiknya semakin terdesak akibat kerusakan habitat, namun di sisi lain, simbolismenya justru kian marak mengemuka dalam ruang publik
